..surat untuk seseorang disana..

4 08 2009

ingatkah kamu masa2 kita mengurus beasiswa kita yang sungguh sangat tidak ada kejelasan kala itu??

ingatkah kamu saat kamu mengendarai mobilmu dijalan tol yang kukatakan saat itu kalo bajaj masuk jalan tol, ini mobil bakal disalip…

ingatkah kamu saat botol sabunmu lupa kau taruh di bagasi dan akhirnya dibuang sama petugas bandara.. begitu pula botol  sambal abc yang bernasib sama..

ingatkah kamu haring pertama kita di deket buitenhof.. dan kita diketawain penjualnya karena expresi setelah makan ikan kebanggaan belanda ituh

ingatkah kamu kita menggembel ke paris dan salah satu tujuan yang kita datangi adalah toko lomo di pojokan jalan.. dan kita hanya bisa melongo karena harganya ga terbeli oleh kantung mahasiswamu dulu..
ingatkah kamu perjalanan berdua kita ke wageningen demi bisa dada dada sama om sinterklas di harbour wageningen yang ga lebih besar dari lebak bulus…

ingatkah kamu akan ben jerry pertama kita.. yang  kita jalan2 ga jelas dan kamu dikejar2 sekumpulan angsa gara2 bawa plastik.. dan aku hanya tertawa dibelakangmu..

ingatkah kamu dulu pernah biarin kamu nangis2 di kamar.. dan aku cuma ngeliatin dan berharap pundakku bisa menenangkan perasaanmu waktu itu.. sekaligus marahin kamu karena nangisnya ga berhenti2.. sampe akhirnya kamu pindah ke kamar si saudagar sapi??

ingatkah kamu kita menggembel ke paris dan salah satu tujuan yang kita datangi adalah toko lomo di pojokan jalan.. dan kita hanya bisa melongo karena harganya ga terbeli oleh kantung mahasiswamu dulu..

ingatkah kamu perjalanan berdua kita ke wageningen demi bisa dada dada sama om sinterklas di harbour wageningen yang ga lebih besar dari lebak bulus…

dan ingatkah kamu kamu meninggalkanku dalam pertarungan hidup di eropa demi sebuah impian yang akan kamu jalani beberapa hari lagi..

dan betapa egoisnya aku dikala kamu menjalani hari spesialmu, aku tak bisa hadir menemanimu..

maafkan aku teman.. aku tau kamu akan bahagia bersamanya.. selamat menempuh hidupmu yang baru..

dan kita masih bisa tersenyum ketika mengenang saat2 itu..





Maafkan aku pak supri karena tidak bisa membantumu..

24 06 2009

ditengah ramainya kasus MANOHARA, CICI PIRAMIDA,atau jargon 2 “LANJUTKAN”, “PRO RAKYAT” atau “LEBIH CEPAT LEBIH BAIK”.. gw nerima berita yang bikin gw speechless… kalo dah kayak gini,gw bisa apa?

dari si chris


(lagi-lagi) kopi paste dari blog seorang teman. si teman kopas dari FB note adeknya. Adeknya kopas dari berita warta kota :)

PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
Salemba, Warta Kota

PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL.

Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.

Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku.

Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.

Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, mengatakan peristiwa itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin kata Wardah.





postingan sampah

30 04 2009

dibawah ini hanya sebuah postingan sampah.. 

ga penting buat diliat…

Read the rest of this entry »





ZARA seharga 3 mangkok nasi soto..

22 02 2009

iya2.. maksud gw disini ZARA atau brand2 lain sejenis dan cara marketing yang menurut gw sadis bagi orang Indonesia.. Analisis berdasarkan pengalaman pribadi penulis tanpa research yang mendalam apalagi pake pustaka.. hanya sekedar sharing ngawur yang sapa tau bisa membuka mata tentang arti sebuah brand..

Read the rest of this entry »





Paru Goreng van Bijlmer

22 02 2009

Alkisah saya memiliki teman di amsterdam yang sangat senang memasak. oleh karena sayang sekali untuk disia-siakan.. saya akan posting berbagai resep dari Chef yang satu ini. Bahan2 disesuaikan dengan bahan yang dapat di beli di belanda. dalam hal ini Bijlmer Amsterdam. Bahan2 dapat di beli di oriental (toko cina),  Halal Slagerij (toko daging halal), serta di AH terdekat..

Resep pertama paru goreng, selamat mencoba kawan..

Read the rest of this entry »





sekarang dia sudah bisa mengeong

14 02 2009

HOI.. selang sehari dah ngepost lagi.. akankah badai posting ini terus berjalan.. ataukah hanya bertahan beberapa bulan..

ANYWAY.. let the story begins… (in INDONESIAN AND ENGLISH)

Read the rest of this entry »





12 02 2009

Let the story begins..

Read the rest of this entry »





HERE I AM

8 12 2008

HI allemal.. hou ga het? ik ben prima… haha.. till today that’s the only phares that i can say in dutch for greeting. ya ya ya i know. i’ve been here for more than one years and blablabla.. still i can’t speak dutch fluently (haha how come i dare to say fluently.. even to say some words is just like pushing the rock from sahara to ternate..)

loh apa itu.. tiba2 ngomong ga jelas kaya diatas.. harusnya kan ngomong/ beralasan kenapa hiatus selama ini.. kok ga ngeblog2.. fans2 ku dah hilang ntah kemana..(haha berasa gw NAGITA SLAVINA ajah..weits setidaknya gw kenal temennya boo)wakakakakka… Read the rest of this entry »





sudah 23 tahun berlalu

3 09 2008

sudah 23 tahun berlalu. ini kali kedua saya berulang tahun di negeri belanda. sekaligus tepat 1 tahun saya menginjakan ke tanah kompeni ini. yah sudah 23 tahun umur saya.

Read the rest of this entry »





dari pada ga ngepost apa2.

28 08 2008

huahh malesnya ngepost.. hidup lagi membosankan.. dan tiba2 saya dapet tentang lagu ini dari milis siaware..

untuk yang sedang mencari apa yang kau inginkan sesungguhnya..

LENTERA JIWA
(Nugie)

Lama sudah kumencari
Apa yang hendak kulakukan
Sgala titik kujelajahi
Tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku di samudra hidupmu

Kata-kata yang kubaca
Terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan
Bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku inikah takdirku

Chorus:
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Back To Chorus 2x

Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku

Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Lentera jiwaku…