lelaki di trem 1

24 06 2008

aku melangkah menaiki trem yang telah kutunggu. berdiri di antara gerbong trem. tempat favorit untuk berdiri di kala seluruh kursi terjajahi manusia. tak sadar ku tatap seorang lelaki. peluh dan lelah menghiasi wajah lelaki itu. dia membawa tongkat beserta poster di pucuknya. sedikit memiringkan kepala kucoba untuk membaca apa yang tertera di atas poster tersebut. ternyata sebuah seruan untuk memboycot. ternyata beliau baru saja berdemo.

Sejenak kuperhatikan wajah lelaki ini. damai tertera di wajahnya. kusunggingkan seutas senyumku padanya. dia tersenyum tulus membalasku. kuberanikan bertanya pada lelaki itu. sekedar mencoba berbasabasi bertanya apa yang telah dilakukannya.

Spreken Engels? aku bertanya dengan bahasa belanda seadanya. little bit. katanya. dimulailah pembicaraan singkat yang tak lebih dari 10 menit. pembicaraan yang hanya berjarak centrum- leeghwaterplein.

lelaki itu berdemo. sabtu atau minggu dia selalu siap sedia di grote markt.sebuah pusat perbelanjaan di kotaku. dengan berbekal sebuah poster yang menunjukan ketidak setujuannya atas kejahatan terorganisir di muka bumi ini. lelaki itu hanya cukup diam dan sesekali menyapa orang2 yang lalu lalang di depan perbelanjaan itu. mengutarakan apa maksudnya. tulus! karena beliau peduli dengan saudaranya di palestina.

aku tak sanggup bertanya apakah dia bersaudara berdasarkan agama,keyakinan atau bangsa. ketulusan mata dan hatinya terpancar tanpa perlu dia berkata. keunikan pandangan hidupnya di tengah kerumunan bangsa yang justru mendukung negara yang di boikotnya.

lelaki itu bertanya, dari mana asalmu. dengan bangga kuucapkan INDONESIA. matanya berbinar. INDONESIA peduli akan palestina kan? kujelaskan bahwa setidaknya kita tidak punya hubungan diplomatik dengan israel, negara yang di boycotnya. matanya kembali berbinar.

bapak tua di trem 1. tulusnya dirimu untuk menunjukan sikapmu. tanpa perlu sokongan recehan 1 euro-2 euro. berjuang demi memperjuangkan kehidupan saudaramu.kuminta dia sejenak kuabadikan dalam kameraku. untuk selalu mengingatkanku untuk peduli dengan saudaraku. siapapun mereka.

boycott israel

aku termenung. teringat akan pertemuan tersebut 2 minggu yang lalu. bapak tua trem 1. perbincangan centrum-leeghwaterplein mengajarkan aku. masih banyak orang yang peduli dengan saudaranya. dengan caranya masing2.

aku malu.

aku malu menyematkan “mahasiswa” di dadaku kalau ternyata mahasiswa adalah orang yang teriak2 dijalan melempar batu atas nama rakyat.

aku malu mengatakan bahwa aku “mahasiswa” kalau ternyata mahasiswa identik dengan membakar kendaraan plat merah hasil pajak rakyat atas nama BBM tinggi.

aku malu mengaku mahasiswa kalau ternyata mahasiswa sama dengan cecunguk2 tanpa otak yang bersedia panas2an hanya untuk selembar kertas berwajahkan pahlawan nasional.

WAHAI CECUNGUK2 muda!! jangan kau berani2 mengatasnamakan rakyat untuk melegalkan tindakan2 anarkismu itu!!

Wahai cecunguk2 liar! jangan kau sematkan jaket almamater di badanmu, jika hanya untuk melempar batu ke arah aparat keamanan.

WAHAI Cecunguk2 bayaran!! persetan dengan kalian. menyingkirlah kalian dari jalanan. rakyat tidak butuh orang2 bayaran. jangan kau bebani mereka dengan kata2 membela kepentingan mereka padahal kau hanya mencari bayaran semu. pergilah kalian dari jalanan!!

sampah!!!


Actions

Information

11 responses

24 06 2008
chrisibiastika

Mak. Ngeri fik. Tapi emang sedih ya jadi mahasiswa. Aku dah gak tau lagi konsep yang tertanam di pikiran masyarakat ketika mereka denger kata “mahasiswa”. Aku lebih menghormati demo mahasiswa taun 98an itu. Jauh lebih terhormat. Sekarang? Sampah. Apa, mereka mengatasnamakan penderitaan rakyat kecil? CUIH. Gak percaya. Malu kalo jadi rektor universitas yang jas almamaternya mereka pakai waktu bakar mobil orang lain (yang gak mereka kenal, yang mungkin menabung seumur hidupnya buat beli mobil), lempar2 batu ke aparat dan protes ketika aparat menenangkan dengan gas air mata.
Satu lagi yang aku gak suka. Mahasiswa yang protes dengan bakar2an itu, apa otak mereka gak cukup aware kalo mereka sedang menambah PENCEMARAN UDARA di jakarta yang udah cukup tercemar itu. WOII MAHASISWA!!!

Sedih.

25 06 2008
superyayi

*plok plok plok* berdiri sambil bertepuk tangan dengan mata berbinar .keren fik. setuju saya.

26 06 2008
indo

Tram 1 arah osdorp de Akker ya…:)

30 06 2008
astrigirl

miris emang..

ngaku-ngaku mahasiswa tapi lebih mirip orang yang ga pernah mengenyam pendidikan

ngaku-ngaku mahasiswa tapi kelakuan kayak otaknya di dengkul

ngaku-ngaku mahasiswa tapi soal tata krama kalah sama murid taman kanak-kanak

maaf saja kalo ada generalisasi: semua mahasiswa sekarang udah ga bermoral

(masih geleng-geleng kepala ngeliat tingkah mahasiswa yang kayak binatang lepas kandang..apalagi keliatan langsung dari kantor..)

12 07 2008
atiek

siapa nama bapak itu? orang yang paling bahagia di dunia, semoga jadi ahli surga..

saya masih mahasiswa loh, hehehehehehe…. bermoral apa gak ya?

yg suka anarkis itu emang langganan dari mulai demo tahun ’98… hehe suka nantangin aparat buat mancing emosi, panasan, mengganggu ketertiban, marah2 mulu, trus suka buka2 baju.. jadi bisa dicirikan tuh pendemo macam ini,,,
tapi KM ITB demo nya dialog sama mentri kok, sama mentri ESDM dan Aburizal Bakrie. ada presentasi dari menteri2 itu dan mahasiswa.. jadi gak semua kok, cuma yg bagus memang jarang diekspose.. hehe hyuukk

17 07 2008
radi

mantaaaap…

25 07 2008
agaz

stuju bro, byk hal di luar sana yg jauh lebih penting dilakuin oleh mahasiswa drpd demo!
mgkn aga basi komen gw ini, tapi jujur aja gw tsentuh gara2 baca postingan lo =)

2 08 2008
michaeljubel

sepakat! basi banget tuh. sayang gua masih berstatus mahasiswa saat mereka semua beraksi.. padahal teman-teman yang lain baru saja lulus kompre.. hahahahaha..

duh mahasiswa jangan basi dah!!!

25 09 2008
aRdho

eh sampeyan masih mahasiswa ya?

*belagag udah kerja*

18 02 2009
ydoea

gila dah lama banget gue ga baca tulisan lo fik.

keren.

*anyway, dot co dot cc lo itu apa sih aneh banget, gue berapa lama buka yang itu, link-nya ngaco semua jadi ga ada yang bisa kebuka..

19 02 2009
Indonesia.. | AdhiIrawan|blog

[...] sama posting satu ini dari bapak fikri, ditambah demam seharian dan tiduran, sedikit meracau dan yang kebawa di alam [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.